Boneka Kematian Dalam Tradisi Batak Toba Kuno Dan Eksistensinya Di Paruh Pertama Abad 20

Main Article Content

Khairun Nisa
Pujiati
Pitri Nurbaya

Abstract

Boneka kematian ataupun topeng kematian adalah istilah yang diberikan oleh Orang-orang Belanda untuk Bejan dan Sigale-gale yang dipergunakan dalam upacara kematian, khususnya bagi mereka yang meninggal dunia tanpa keturunan. Secara perlahan, kedua benda ritual tersebut mengalami pergeseran fungsi yang tadinya sepenuhnya sakral, kemudian berubah menjadi profan. Penelitian ini memiliki kedekatan dengan etnohistori sedangkan teori yang dipergunakan adalah Teori Struktural Fungsional dan Teori Sosiologi Agama yang dicetuskan oleh Emile Durkheim. Akan tetapi tujuan dari penelitian ini bukan hanya untuk menangkap pergeseran fungsi boneka kematian saja. Tujuan lainnya adalah melestarikan wujud kebudayaan yang kini telah punah, melalui tulisan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nisa, K., Pujiati, & Nurbaya, P. (2024). Boneka Kematian Dalam Tradisi Batak Toba Kuno Dan Eksistensinya Di Paruh Pertama Abad 20. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1), 1173–1183. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.7005
Section
Articles