Implementasi Multikulturalisme Dalam Interaksi Mahasiswa Melalui Seni Sunda Di Kabumi UPI
Main Article Content
Abstract
Keberagaman mahasiswa dalam organisasi seni seperti KABUMI menciptakan ruang interaksi sosial budaya yang berpotensi menjadi platform pembelajaran multikultural, namun kajian mengenai fungsinya sebagai sarana integrasi sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika multikultural di KABUMI dengan meninjau motivasi anggota, proses pembelajaran sosial budaya dalam aktivitas rutin, serta tantangan keberagaman yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 18 anggota aktif sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat terhadap seni Sunda, kebutuhan akan komunitas suportif, dan pencarian identitas budaya menjadi motivasi utama anggota. Interaksi melalui latihan dan pementasan terbukti memperkuat keterampilan komunikasi, empati, dan kerja sama. Tantangan berupa hambatan bahasa dan perbedaan gaya komunikasi berhasil diatasi melalui adaptasi dan dukungan antaranggota. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa organisasi seni dapat menjadi ruang pembelajaran multikultural yang efektif dalam membentuk identitas budaya melalui proses belajar sosial. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi dalam merancang pembinaan organisasi seni sebagai model pendidikan multikultural berbasis seni tradisional untuk meningkatkan kohesi sosial dan toleransi mahasiswa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ambarwangi, S., & Suharto, S. (2013). Pendidikan multikultural di sekolah melalui pendidikan seni tradisi. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 13(1), 1–10.
Anderson, H. M. (2009). The role of group personality composition in the emergence of task and relationship conflict within groups. Journal of Management & Organization, 15(1), 82–96. https://doi.org/10.5172/jmo.837.15.1.82
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Banks, J. A. (2015a). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). New York, NY: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315622255
Banks, J. A. (2015b). Multicultural education: Characteristics and goals. Journal of Education, 195(2), 1–12.
Berry, J. W. (2011). Integration and multiculturalism: Ways towards social solidarity. Papers on Social Representations, 20(1), 1–21.
Desyandri, D. (2014). Peran seni musik dalam pendidikan multikultural. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2613
Dewi, L. S., Islamiati, M., & Mubin, N. (2023). Pendidikan multikultural berbasis kesenian tradisional sebagai sarana penguatan identitas budaya. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan.
Fatmasari, R. (2016). Pendidikan berbasis etnopedagogik sebagai penguatan identitas budaya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 23(1).
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York, NY: Basic Books.
Hobsbawm, E., & Ranger, T. (Eds.). (1983). The invention of tradition. Cambridge, England: Cambridge University Press.
Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing cultures: The Hofstede model in context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26. https://doi.org/10.9707/2307-0919.1014
Knippenberg, D. van, De Dreu, C. K. W., & Homan, A. C. (2004). Work group diversity and group performance: An integrative model and research agenda. Journal of Applied Psychology, 89(6), 1008–1022. https://doi.org/10.1037/0021-9010.89.6.1008
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Krismonika, O., Purbasari, W., Riyandari, L., & Purnomo, J. (2024). Hambatan komunikasi multikultur antar mahasiswa perantau. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 40282–40292.
Nash, R. J., & Marciano, J. E. (2006). Multiculturalism and the university experience: The role of student organizations. Journal of College Student Development, 47(2), 181–195.
Nasution, R., & Albina, M. (2024). Pendidikan multikulturalisme untuk mewujudkan harmoni sosial. ADIDAYA: Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya, 1(3), 55–68.
Pinariya, J. M., & Sutjipto, A. M. (2021). Intercultural communication competence: An international students’ experience in Indonesia. Humaniora, 12(2), 89–97.
Rahakbauw, R., & Rosdiana. (2025). Peran kesenian tradisional dalam mempromosikan nilai-nilai multikultural. Al-Fikr: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1). https://doi.org/10.47945/alfikr.v11i1.452
Salu, V. R. (2017). Nilai-nilai pendidikan multikulturalisme pada musik tradisional Tali Dua di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 15(1), 68–79. https://doi.org/10.21831/imaji.v15i1.17453
Sulaiman. (2025). Peran seni dalam pembentukan identitas budaya masyarakat multikultural. Journal of Art Communication and Culture Global, 1(1).
Tajfel, H. (1981). Human groups and social categories: Studies in social psychology. Cambridge, England: Cambridge University Press.
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1981). The social identity theory of intergroup behavior. In S. Worchel & W. G. Austin (Eds.), Psychology of intergroup relations (pp. 7–24). Chicago, IL: Nelson-Hall.
Widodo. (2013). Penerapan tujuh langkah menyusun rencana disiplin kelas proaktif karya Colvin dalam pembudayaan hidup aktif dan sehat di sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19(3), 331–345. https://doi.org/10.24832/jpnk.v19i3.292
Zhang, Y., & Tsui, A. (2013). Cultural values in organizations: Insights and implications. Journal of Organizational Behavior, 34(7), 907–922.