Makna dan Simbol Tradisi Mandi Bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung pada Perayaan Imlek
Main Article Content
Abstract
Perayaan Imlek merupakan peristiwa yang penting dalam budaya Tionghoa yang dipenuhi dengan tradisi, simbolisme, dan kepercayaan. Selain sebagai momen untuk merayakan pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, perayaan Imlek juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan keluarga, menghormati leluhur, dan menghormati dewa-dewa. Salah satu tradisi yang menarik dan unik adalah mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung. Sumur tersebut diyakini memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan bagi para pelakunya. Mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung bukan hanya sekedar ritual fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menulusuri lebih dalam simbolisme dan mitos yang terkait dengan tradisi mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung dalam perayaan Imlek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan observasi partisipatif dan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat yang masih mempraktikkan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung masih dijalankan oleh masyarakat Tionghoa sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan upaya untuk memperoleh berkah dari dewa-dewa serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana tradisi ini memperkuat identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Tionghoa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Dusep Malik, & Zahrul Darmawan. (2018). Ritual Mandi Di Tujuh Sumur Keramat Saat Hari Raya Imlek. Https://Www.Viva.Co.Id/Berita/Metro/1007893-Ritual-Mandi-Di-Tujuh-Sumur-Keramat-Saat-Hari-Raya-Imlek?Page=3
Kristianto Purnomo. (2022). Beroleh Keajaiban Mandi Di Sumur Tujuh Jelang Imlek.
Musyafa’ah Nurul, & Mamlu’ah Aya. (2022). Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce Terhadap Kerukunan Sosial dalam Budaya Makan Setelah Khataman Al-Qur’an pada Kelompok Tahfidz di Bojonegoro. Jurnal Fakultas Agama Islam, 4, 1–20.
Rijal Fadli, M. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/Hum.V21i1
Tamaria, K., & Goeyardi, Wandayani. (2023). Makna Dan Fungsi Perayaan Tahun Baru Imlek Di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Jakarta the Meaning and Function of the Chinese New Year Celebration at Bio Hok Tek Tjeng Sin Temple, Jakarta. Jurnal Cakrawala Mandarin Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia, 7(1).
Tambunan, J. B., Hutauruk, S., Hamos, Z., Program, S. P., Sastra, S., Fakultas, C., & Budaya, I. (2015). Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek. In Universitas Sumatera Utara. Jl. Universitas No. 19 Kampus Usu Medan-Sumut.
Novita Charoline, Dhanurseto Hadiprashada, & Mas Agus Firmansyah. (2024). Makna Simbolik Tradisi Angpao Perayaan Imlek Pada Masyarakat Etnis Tionghoa di Kota Bengkulu. Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 8(2), 89–97.
Tamaria, K., & Goeyardi, Wandayani. (2023). Makna Dan Fungsi Perayaan Tahun Baru Imlek Di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Jakarta the Meaning and Function of the Chinese New Year Celebration at Bio Hok Tek Tjeng Sin Temple, Jakarta. Jurnal Cakrawala Mandarin Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia, 7(1).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.