Literasi Budaya sebagai Kecakapan Hidup di Era Globalisasi
Main Article Content
Abstract
Literasi budaya telah menjadi kompetensi penting dalam menghadapi kompleksitas interaksi sosial di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan komponen literasi budaya dalam konteks kecakapan hidup, mengidentifikasi peran literasi budaya dalam pengembangan kecakapan hidup individu, serta merumuskan strategi pengembangan literasi budaya di Indonesia. Dengan metode kajian literatur, penelitian ini mengeksplorasi berbagai perspektif teoretis dan implikasi praktis literasi budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi budaya terdiri dari lima komponen utama: pengetahuan budaya, kesadaran budaya, kepekaan budaya, kompetensi budaya, dan kecerdasan budaya. Literasi budaya berperan dalam meningkatkan kemampuan adaptasi, memperkuat keterampilan komunikasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun keterampilan resolusi konflik, dan meningkatkan kesadaran identitas diri. Strategi pengembangan literasi budaya di Indonesia dapat dilakukan melalui integrasi dalam sistem pendidikan formal, program pendidikan non-formal, pemanfaatan media dan teknologi, kebijakan pemerintah, serta kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta. Pengembangan literasi budaya sebagai kecakapan hidup memerlukan pendekatan kolaboratif dan komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat identitas nasional, menjaga harmoni sosial, dan meningkatkan daya saing individu dalam konteks global.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ang, S., Van Dyne, L., Koh, C., Ng, K. Y., Templer, K. J., Tay, C., & Chandrasekar, N. A. (2007). Cultural intelligence: Its measurement and effects on cultural judgment and decision making, cultural adaptation and task performance. Management and Organization Review, 3(3), 335-371.
Bennett, M. J. (1993). Towards ethnorelativism: A developmental model of intercultural sensitivity. In R. M. Paige (Ed.), Education for the intercultural experience (pp. 21-71). Intercultural Press.
Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241-266.
Hirsch, E. D. (1987). Cultural literacy: What every American needs to know. Houghton Mifflin.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Materi pendukung literasi budaya dan kewargaan: Gerakan literasi nasional. Jakarta: Kemendikbud.
Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. Sage Publications.
Lustig, M. W., & Koester, J. (2013). Intercultural competence: Interpersonal communication across cultures (7th ed.). Pearson.
Narvaez, D., & Hill, P. L. (2010). The relation of multicultural experiences to moral judgment and mindsets. Journal of Diversity in Higher Education, 3(1), 43-55.
Phinney, J. S. (1992). The multigroup ethnic identity measure: A new scale for use with diverse groups. Journal of Adolescent Research, 7(2), 156-176.
Thomas, K. W., & Kilmann, R. H. (1974). Thomas-Kilmann conflict mode instrument. Xicom.
Ting-Toomey, S. (2009). Facework collision in intercultural communication. In F. Bargiela-Chiappini & M. Haugh (Eds.), Face, communication and social interaction (pp. 227-249). Equinox.
UNESCO. (2013). Intercultural competences: Conceptual and operational framework. Paris: UNESCO.
World Health Organization. (1997). Life skills education for children and adolescents in schools. Geneva: WHO.