Dinamika Upacara Sembahyang Cioko Sebagai Salah Satu Tradisi Masyarakat Etnis Tionghoa di Vihara Nimmala Klenteng Boen San Bio Tangerang Tahun 2000–2009
Main Article Content
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai sejarah Tradisi Upacara Sembahyang Cioko dan untuk menganalisis mengenai Dinamika dari Tradisi Upacara Sembahyang Cioko di Vihara Nimmala Klenteng Boen San Bio Tangerang tahun 2000–2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terbagi dalam empat tahap, seperti heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Landasan teori yang digunakan yaitu konsep tradisi, teori dinamika kebudayaan dan teori interaksi simbolik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tradisi ini tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh ajaran Buddha, Taoisme, Konghucu serta tradisi-tradisi lain yang ada di Tiongkok yang turut membentuk upacara ini. Upacara Sembahyang Cioko di Klenteng Boen San Bio juga mengalami perubahan dalam prosesi pelaksanaannya. Sejak tahun 2000, ada tradisi rebutan sesaji di akhir sembahyang. Namun, pada tahun 2008 terjadi sebuah kekacauan pada proses rebutan sehingga pada tahun 2009 tradisi rebutan ini dihapus karena pernah terjadi kekacauan dalam prosesnya. Saat ini, Upacara Sembahyang Cioko di Klenteng Boen San Bio sudah tidak lagi melibatkan rebutan. Upacara Sembahyang Cioko dapat dipandang sebagai simbol keagamaan yang memiliki makna signifikan bagi komunitas setempat
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahern, M. Emily., (1978). The Cult Of The Dead In A Chinese Village. California: Stanford University.
Amalia, A. (2021). Makna Simbolik Perayaan Ulambana Di Vihara Bahtera Bhakti Ancol Serta Pesan Kerukunan Antarpenganut Agama-Agama. Tangerang: Sejahtera Kita.
Aryani, M. K. (2022). Inpres No 14 Tahun 1967: Bentuk Diskriminasi Pemerintah Orde Baru Terhadap Etnis Tionghoa. Semarang: Jejak. Vol. 2 No. 2, Desember. Diakses 18 April 2024
Cheung, Alex., Angelina, Silvia., Pradana, Wahyudi. (2022). Perayaan Tionghoa Di Indonesia. Jakarta: Tiong Gie.
Dahana, A. (2000). Kegiatan Awal Masyarakat Tionghoa Di Indonesia. Journal Of The Humanities Of Indonesia. Wacana, Vol.2, No. 1, April. Diakses 15 Febuari 2024.
Dundu, Pinkan. (2009). 9 Bangunan Tua Jadi Cagar Budaya. Diakses 15 April 2024. Https://Megapolitan.Kompas.Com/Read/2011/11/03/21355441/9.Bangunan.Tua.Jadi.Cagar.Budaya.
Fittrya, Laylatul. (2013). Tionghoa Dalam Diskriminasi Orde Baru Tahun 1967-2000. Avatara. Vol. 1, No. 2, Mei. Diakses 20 April 2024.
Freedman, Maurice., (1979). The Study Of Chinese Society. California: Stanford University.
Gamal, Fariz. (2017). Upacara Sembahyang Rebutan Di Kelenteng Boen Tek Bio Pasar Lama Tangerang. Universitas Indonesia. Diakses 10 Januari 2024.
Hakim, Irfan., Atmaja Hamdan. (2020). Budaya, Ekonomi, Dan Agama Etnis Tionghoa Di Semarang Tahun 1959 – 2000. Journal Of Indonesian History. Vol. 9, No. 2. Hal 128-133. Diakses 20 Febuari 2024.
Hansel, S. (2011). Klenteng Boen San Bio Tangerang Kajian Arsitektural. Universitas Indonesia. Diakses 10 Januari 2024.
Haris, Rasyid., Jenny Nelly Matheosz, & Djefry Deeng. (2021). Kehidupan Sosial Budaya Etnis Tionghoa Di Kota Manado. Universitas Sam Ratulangi. Vol. 14 No. 4 Oktober. Diakses 10 Januari 2024.
Hua., (2020). Tradisi Akhir Tahun Dari Sembahyang Rebutan, Tiong Chia Hingga Sembahyang Ronde. Tegal: Yayasan Tri Dharma Tegal.
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Kurniawan, H. (2020). Kepingan Narasi Tionghoa Indonesia: The Untold Histories. Yogyakarta: Kanikus.
Lan, Nio Joe., (1961). Peradaban Tionghoa: Selajang Pandang. Jakarta: Keng Po
Margareta Diah Ayu. (2018). Perbandingan Ritual Sembahyang Cioko/中元节 Zhōng Yuán Jié Di Klenteng Tridharma Sumber Naga Probolinggo Dan Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan. Universitas Brawijaya. Diakses 5 Desember 2023.
Mukti, Krishnanda Wijaya. (2020). Wacana Buddha Dharma. Jakarta: Yayasan Karaniya
Noviyanti, Maureen. (2006). Perayaan Cioko Di Glodok Jakarta Barat. Univesitas Darma Persada.
Olivia. (2020). Kebudayaan Masyarakat Tionghoa Di Indonesia. Jakarta: Kanisius
Pip, J., Liz Bradbury, & Shaun Le Boutilier. (2016). Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Pranoto, Suhartono W. (2010). Teori Dan Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Putri, R. A., Zaina, M., & Rizki, F. (2022). Melacak Kebijakan Politik Terhadap Etnis Tionghoa Di Indonesia. Journal Of Politics And Democracy, 2(1), 1–8. Https://Doi.Org/10.61183/Polikrasi.V2i1.15. Diakses 18 April 2024
Rangga. (2011). Pemkot Tangerang Tetapkan 9 Cagar Budaya. Diakses 15 April 2024. Https://Www.Tangerangnews.Com/Kota-Tangerang/Read/5807/Pemkot-Tangerang-Tetapkan-9-Cagar-Budaya.
Rohmah, Dewi Shinta Ainur., (2022). Pengaruh Kebijakan Pemerintah Indonesia Era Reformasi Terhadap Etnis Tionghoa Di Jawa Tahun 2000-2014. Universitas Jember
Sam, T. (2017). Perayaan Sembahyang Rebut Masyarakat Peranakan Tionghoa Penganut Konghucu Di Koba, Bangka Tengah. Universitas Indonesia. Diakses 12 Januari 2024
Sjamsuddin, H. (2019). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Sudemi. (2019). Jejak Warisan Sejarah Agama Khonghucu Pada Masyarakt Cina Benteng Di Tangerang. Matakin Dan Gerbang Kabajikan Ru.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sulasman. (2014). Metodologi Penelitian Sejarah: Teori, Metode, Contoh Aplikasi. Pustaka Setia. Bandung: Pustaka Setia.
Sulistyoroni Yuni. (1996). Upacaara Sembahyang Rebutan Di Tempat Ibadah Tri Dharma Kwan Sing Bio Tuban. Universitas Indonesia.
Supardan, Dadang. (2008). Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Surhalim Yans., Widjaja Antonius. (2022). Sejarah Boen San Bio Sejak Tahun 1689. Tangerang: Klenteng Boen San Bio.
Suryadinata, Leo (1999). Negara Dan Minoritas Tionghoa Di Indonesia. Wacana, Vol. 1, No. 2, Oktober. Diakses 30 Januari 2025.
Susanti, P. (2007). Kelenteng Boen San Bio Di Tangerang. Universitas Darma Persada.
Tan, Melly G. (2008). Etnis Tionghoa Di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Wahyuni Ni Putu., Hartati C. (2020). Tradisi Sembahyang Cioko (鬼節 Guǐ Jié) Di Pan Kho Bio, Bogor. Jurnal Bambuti. Vol.2 No.2. Diakses 10 Januari 2024.
Wasino., Endah Sri Hartatik. (2018). Metode Penelitian Sejarah: Dari Riset Hingga Penulisan. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.
Witanto, Eddy Prabbowo. (2024). Remah Berserak. Jakarta: Gramedia.
Yadnya, I. B. P., & Ardika, I. W. (2017). Dinamika Manusia Dan Kebudayaan Indonesia Dari Masa Ke Masa. Denpasar: Pustaka Larasan