Relevansi Tradisi Meugang dalam Pembentukan Identitas Kultural Sosial Keagamaan Masyarakat Aceh
Main Article Content
Abstract
Meugang merupakan salah satu praktik budaya paling tua dan penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Idul Adha ini tidak sekadar berfungsi sebagai kegiatan konsumsi daging, tetapi menjadi simbol religius dan kultural yang berperan dalam memperkuat identitas masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tradisi Meugang dalam pembentukan identitas kultural-keagamaan masyarakat Tradisi Aceh dengan menelusuri sejarah, nilai-nilai religius, serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, termasuk kajian historis Sejarah terhadap tradisi Meugang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Meugang berperan sebagai media pewarisan nilai Islam, penguatan solidaritas sosial, serta pengikat identitas kultural masyarakat Aceh. Tradisi ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai syukur, sedekah, silaturahmi, dan penghormatan terhadap hari-hari besar Islam. Dengan demikian, Meugang memiliki relevansi yang signifikan dalam menjaga kesinambungan identitas kultural keagamaan masyarakat Aceh di tengah dinamika modernisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi Meugang sebagai bagian integral dari warisan budaya dan pendidikan nilai di Aceh.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdullah, U. M. K., & Azis, A. (2019). Efektifitas Strategi Pembelajaran Analisis Nilai Terhadap Pengembangan Karakter Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(1), 51.
Abubakar, F. (2016). Interaksi Islam Dengan Budaya Lokal Dalam Tradisi Khanduri Maulod Pada Masyarakat Aceh. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 21(1), 19–34.
Astuti, S. (2017). Agama, Budaya dan Perubahan Sosial Perspektif Pendidikan Islam di Aceh. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(1), 23–46.
Basri, H. (n.d.). Kedudukan Syariat Islam Di Aceh Dalam Sistem Hukum Indonesia The Status Of Islamic Law In Aceh In Indonesian Legal System. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 55.
Hasanah, N., Juwaini, J., & Muhammad, M. (2025). The Mandi Meugang Tradition as a Means of Reinforcing Religious Values in the Kute Cinta Damai Community, Aceh Tenggara. Muqaranah Al-Adyan: Multidisciplinary Perspective on Religions, 1(1), 1–15.
Hendra, T., Adzani, S. A. N., & Muslim, K. L. (2023). Dakwah Islam dan kearifan budaya lokal: Konsep dan strategi menyebarkan ajaran Islam. Journal of Da’wah, 2(1), 65–82.
Ichsan, A. S., Sembiring, I. D., & Luthfiah, N. (2020). Pendidikan Islam Menghadapi Tradisi, Transisi, dan Modernisasi. Fitrah: Journal of Islamic Education, 1(1), 107–123.
Idris, M., & Amalia, D. R. (2022). Islamic Shari’a and Traditions in Aceh Darussalam. Formosa Journal of Social Sciences (FJSS, 1(1), 11–24.
Kholiq, A. (2015). Pendidikan Agama Islam Dalam Kebudayaan Masyarakat Kalang. At-Taqaddum, 327–345.
Marzuki, M. (2014). Tradisi Meugang dalam Masyarakat Aceh: Sebuah Tafsir Agama dalam Budaya. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 16(2), 216–233.
Maulana, I., kautsar Thariq, M., Samsudin, S., & Nurcahya, Y. (2024). Peran Sultan Iskandar Muda dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Nusantara Masa Kesultanan Aceh Darussalam Tahun 1607–1636. Sharia: Jurnal Kajian Islam, 1(2), 139–156.
Murtala, Nurlina, Inda, I., Rizki, M., Efendi, & Maulidiana, N. (2023). Membangun Harmoni pada Tradisi Meugang Aceh. ENLEKTURER: Journal of Islamic Studies, 1(1), 91–108.
Nasution, A. G. J., Siregar, A. H., Khairunnisa, S., & Ridwan, F. S. (2023). Makmeugang Tradition in Acehnese Society. IKAMAS: Jurnal Informasi Keagamaan, Manajemen Dan Strategi, 3(1), 250–255.
Noviana, N. (2018). Integritas Kearifan Lokal Budaya Masyarakat Aceh dalam Tradisi Peusijuk. DESKOVI: Art and Design Journal, 1(1), 29–34.
Paisal, J. (2021). Peran Ulama Dalam Masyarakat Aceh Dari Masa Kemasa. At-Tanzir: Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, 89–104.
Prasetyo, O., Rahman, A., & Anis, M. (2024). Tradisi meugang masyarakat Kota Langsa dan relevansinya dalam pembelajaran sejarah. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 14(2), 180–194.
Sania, S., & Saputri, Y. (2025). MAKNA TRADISI MEUGANG DALAM MASYARAKAT ACEH. Education Enthusiast: Jurnal Pendidikan Dan Keguruan, 5(1), 52–60.
Sekedang, A. S., Sitorus, M., Tanjung, I., Ardiansyah, A. T., Pasaribu, M. P., & Harahap, S. (2022). Sejarah dan Tradisi Budaya Masyarakat Alas di Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 116–121.
Shadiqin, S. I. (2010). Islam dalam Masyarakat Kosmopolit: Relevankah Syariat Islam Aceh untuk Masyarakat Modern? Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 37086.
Siregar, K. N., & Munandar, M. (2025). Meugang Tradition of Aceh Society from the Perspective of Hadith: An Analysis of Social and Religious Values in Shaping Communal Life. Hikmah: Jornal of Islamic Studies, 22(1), 181–194. https://doi.org/https://doi.org/10.53802/hikmah.v22i1.530
Sukiman, S. (2012). Strategi Pembangunan Islam Di Aceh Pasca Tsunami Menuju Terwujudnya Masyarakat Religius. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 36(1).
Tabina, A. R., Sari, P. A., Amalia, R., & Dora, N. (2025). Meugang (Tradisi Etnik Aceh dalam Menyambut Bulan Puasa). Aksi Kolektif: Jurnal Pengabdian, 1(02), 1–11.
Wahyuni, D. (2017). Agama sebagai media dan media sebagai agama. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 18(2).
Yunita, Y. (2022). Konsep Sedekah dalam Islam. Al Mumtaz: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 1(1), 59–72. https://doi.org/https://doi.org/10.47902/mumtaz.v1i1.18