Supremasi Konstitusi dalam Indonesia dan Malaysia: Analisis Komparatif Terhadap Efektivitas Judicial Review dalam Menjaga Kepastian Hukum
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji supremasi konstitusi di Indonesia dan Malaysia melalui analisis komparatif terhadap efektivitas judicial review sebagai instrumen penting dalam menjaga kepastian hukum. Di Indonesia, UUD 1945 ditempatkan sebagai norma tertinggi yang ditegakkan secara kuat melalui kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menguji undang-undang. Sementara itu, Federal Constitution Malaysia berada dalam sistem monarki konstitusional yang memberikan ruang signifikan kepada parlemen dalam melakukan perubahan konstitusi, sehingga membatasi jangkauan judicial review oleh Federal Court. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perbandingan konstitusi untuk menilai bagaimana struktur politik dan desain lembaga peradilan memengaruhi efektivitas pengujian undang-undang di kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Indonesia lebih kokoh dalam menjaga supremasi konstitusi melalui mekanisme pengujian terpusat dan bersifat final, sedangkan Malaysia memiliki pola yang lebih fleksibel sehingga stabilitas norma hukum sangat dipengaruhi oleh dinamika legislatif. Temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan antara kekuasaan politik dan independensi peradilan menjadi faktor kunci dalam menjaga konsistensi dan keberlangsungan konstitusi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Asshiddiqie, J. (2005). Model-model pengujian konstitusional di berbagai negara. Konstitusi Press.
Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Pers.
Bedner, A. (n.d.). An elementary approach to Indonesian constitutional law. Hague Journal on the Rule of Law.
Butt, S. (2015). The constitutional court and democracy in Indonesia. Brill.
Dicey, A. V. (1959). Introduction to the study of the law of the constitution. Macmillan.
Faruqi, S. S. (2008). Document of destiny: The constitution of the Federation of Malaysia. Star Publications.
Faruqi, S. S. (n.d.). Judicial review in Malaysia: A critical perspective. Malayan Law Journal.
Fauzan, A. (2018). Perbandingan mahkamah konstitusi di berbagai negara. Setara Press.
Federal Constitution of Malaysia. (n.d.).
Harding, A. (2012). The constitution of Malaysia: A contextual analysis. Hart Publishing.
Harding, A. (n.d.). Judicial review and constitutional supremacy in Malaysia. Asian Journal of Comparative Law.
Isra, S. (2014). Kekuasaan kehakiman dalam transisi demokrasi. Rajawali Pers.
Kelsen, H. (1945). General theory of law and state. Harvard University Press.
Mahfud MD. (2014). Politik hukum di Indonesia. Rajawali Pers.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (n.d.). Himpunan putusan Mahkamah Konstitusi tentang pengujian undang-undang. Sekretariat Jenderal MK RI.
Manan, B. (2003). Teori dan politik konstitusi. FH UII Press.
Radbruch, G. (n.d.). Legal philosophy. Oxford University Press.
Siahaan, M. (2012). Hukum acara Mahkamah Konstitusi. Konstitusi Press.
Tomkins, A. (2013). Public law. Oxford University Press.
Tushnet, M. (2008). Weak courts, strong rights. Princeton University Press.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1945).