Analisis Pelafalan Bunyi ü /y/ Bahasa Mandarin oleh Boygroup Korea-China EXO pada Album EX’ACT

Main Article Content

Nadhifa Ikhlasa Ramadhanti
Ressi Maulidina Delijar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelafalan bunyi "ü" /y/ bahasa Mandarin oleh anggota boy group Korea-China EXO pada album EX'ACT. Bunyi /y/ merupakan close front rounded vowel yang tidak terdapat dalam inventori fonem bahasa Korea, sehingga penutur Korea cenderung mengalami kesulitan dalam pelafalannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk mengkaji 158 data pelafalan bunyi "ü" yang dinyanyikan oleh sembilan anggota EXO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 158 data pelafalan, 89 kesalahan (56,3%) dilakukan oleh anggota asal Korea Selatan, sementara Lay sebagai anggota asal China tidak melakukan kesalahan sama sekali. Kesalahan pelafalan disebabkan oleh tiga faktor utama: (1) ketidakbiasaan anggota EXO dengan bahasa Mandarin karena bukan pemelajar bahasa tersebut, (2) interferensi fonologi bahasa Korea yang menyebabkan substitusi bunyi /y/ menjadi /wi/ karena ketiadaan fonem ekuivalen dalam bahasa Korea, dan (3) tempo lagu yang cepat yang memicu terjadinya word merger atau penyederhanaan bunyi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Duan (2024) yang menunjukkan bahwa penutur Korea cenderung mensubstitusi bunyi /y/ bahasa Mandarin dengan "위" /wi/. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman interferensi fonologi antara bahasa Korea dan Mandarin, khususnya dalam konteks industri hiburan K-Pop.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ramadhanti, N. I., & Delijar, R. M. (2025). Analisis Pelafalan Bunyi ü /y/ Bahasa Mandarin oleh Boygroup Korea-China EXO pada Album EX’ACT. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 1659–1667. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.12306
Section
Articles

References

Ayuningrum, Y. F. (2018). A sociolinguistic analysis of Korean-accented English in John Legend’s “All of Me” song sung by Koreans. Sastra Inggris–Quill, 7(3), 253–264.

Duan, D. (2024). Articulatory characteristics and vowel space analysis of Mandarin Chinese non-low vowels in Korean-speaking learners. Forum for Linguistic Studies, 6(2), 1171–1171.

Kim, W., & Kim, M. M. (2024). Hanprome: Modified Hangeul for expression of foreign language pronunciation. arXiv preprint. https://arxiv.org

Odinye, S. I. (2015). Phonology of Mandarin Chinese: A comparison of Pinyin and IPA (pp. 5–20). Bloomsbury.

Pae, H. K. (2024). Analyzing the Korean alphabet: The science of Hangul. Springer Nature.

Park, S., & Kang, M. K. (2021). Hangeul (Korean alphabet) notation method based on Hunminjeongeum for the pronunciations of [sh], [zh], and [ch] in Chinese language. Asia-Pacific Journal of Convergent Research Interchange, 7, 11–20.

Taylor, I., & Taylor, M. M. (1998). Writing and literacy in Chinese, Korean and Japanese. Language, 74(2), 376–379.

Tempo.co. (2023). Deretan fakta unik grup K-pop EXO. Tempo.co. https://www.tempo.co/teroka/deretan-fakta-unik-grup-k-pop-exo-231344

Weinreich, U. (1953). Languages in contact: Findings and problems (pp. 7–8). Linguistic Circle of New York.

Xing, H., & Feng, X. (2016). The romanization of Chinese language. アジア太平洋研究 (Asia-Pacific Studies), 41, 99–111.

Yusron, A. A. (2016, June 3). Comeback dengan 9 member, EXO nyanyikan 9 lagu di album “EX'ACT”. DetikHot. https://hot.detik.com/kpop/d-3224552/i-comeback-i-dengan-9-member-exo-nyanyikan-9-lagu-di-album-exact

Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan (pp. 43–45). Prenada Media.