Guilt and Shame pada Pelaku Kekerasan Seksual di Lapas Kelas IIb Fakfak
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menyelami kompleksitas peran emosi moral, yaitu Guilt (rasa bersalah) dan Shame (rasa malu), yang dialami oleh pelaku kekerasan seksual di Lapas Kelas IIB Fakfak, dengan tujuan untuk mengungkap bagaimana kedua emosi ini memengaruhi perilaku dan proses rehabilitasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap narapidana, petugas lapas, serta pihak terkait lainnya, untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pelaku dalam menghadapi perasaan bersalah dan malu terkait perbuatan mereka. Hasil penelitian mengungkap bahwa rasa bersalah lebih berorientasi pada dampak hukum dan sosial, sementara rasa malu lebih dipengaruhi oleh tekanan eksternal dan stigma sosial, yang menghambat refleksi moral mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran moral pelaku memengaruhi efektivitas rehabilitasi, yang mengarah pada rekomendasi pengembangan program pembinaan berbasis psikologi moral, seperti "Refleksi Moral dan Restitusi Psikologis (PRMRP)", yang berfokus pada pemulihan kesadaran moral dan pengelolaan rasa malu yang destruktif. Program ini bertujuan untuk memperbaiki empati terhadap korban, mengurangi potensi residivisme, serta mendukung reintegrasi sosial pelaku setelah masa hukuman selesai.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Connell, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Gender & Society Rethinking The Concept. Https://Doi.Org/10.1177/0891243205278639
Heise, L., Ellsberg, M., & Gottmoeller, M. (2002). A Global Overview Of Gender- Based Violence. 1.
Iksan, R. R. (2024). No Title. Health Education Anti Kekerasan Seksual Pada Usia Remaja Wilayah X, 7, 1766–1774.
Jewkes, R., Flood, M., & Lang, J. (2015). From Working With Men And Boys To Changing Social Norms And Reducing Inequities In Gender Relations : A Paradigm Shift In Prevention Of Violence Against Women And Girls Prof Rachel Jewkes Mbbs Msc Md , Acting Vice President ( Research Support ) And Direct. 6736.
Komnas Perempuan. (2021). Komnas Perempuan.
Maja Simarmata, P. S. (2013). Proses Rehabilitasi Terhadap Anak Sebagai.
Nickel, V. (2024). Next- Generation Family Business Leader ’ S Identity Work And
Identity Development.
Pratiwi, M. M. S., & Adiyanti, M. G. (2017). Studi Pendahuluan : Emosi Moral
Pada Remaja Mm Shinta Pratiwi.
Qur, N. (2017). Penerapan Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Implementation Of Chemical Castration. 17.
Ramdhani, N., Psikologi, F., & Gadjah, U. (2016). Emosi Moral Dan Empati Pada Pelaku Perundungan-Siber. 43, 66–80.
Rinaldi, K., & Si, M. (2021). Terhadap Pelaku Tindak Pidana Asusila Di Lembaga Pemasyarakatan.
Santoso, Z. (2021). Terhadap Keterbukaan Diri Anak-Orangtua Tsanya Zahra Santoso Program Studi Psikologi.
Sekolah, M., Anak, P., & Dini, U. (2019). Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Media Pada Murid Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). 3(1), 83–98.
Tangney, J. P., & Dearing, R. L. (2004). Shame And Guilt.
Tangney, J. P., Stuewig, J., Martinez, A. G., Tangney, J. P., Stuewig, J., & Martinez,
A. G. (2014). And Guilt In Predicting Recidivism. January.
Tangney, J. P., Stuewig, J., & Mashek, D. J. (2007). Moral Emotions And Moral
Ferguson, T. J., Stegge, H., & Damhuis, I. (1991). Children's Understanding Of Guild And
Shame. Child Development, 62(4), 827-839. Behavior.
Widom, C. S., & Ph, D. (1999). Posttraumatic Stress Disorder In Abused And Neglected Children Grown Up. August, 1223–1229.
Yuni, K., Adi, R., Siswanto, U., Wilopo, A., & Hakimi, M. (2020). Premarital Sexual Inisiation Of Adolescence. January.