Membangun Relasi Sosial melalui Komunikasi Interpersonal: Peran Anggota Polres Pada Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas Di Kabupaten Mojokerto
Main Article Content
Abstract
Masalah lalu lintas di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan seiring pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan infrastruktur jalan, sehingga memerlukan dukungan masyarakat melalui peran Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan komunikasi interpersonal yang efektif antara anggota Polres Mojokerto dan Supeltas sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam pengaturan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang dijalin oleh anggota kepolisian memengaruhi efektivitas kerja, partisipasi, serta loyalitas Supeltas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap anggota Polres Mojokerto dan Supeltas di wilayah Mojosari dan Ngoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan bersifat dua arah, dipengaruhi oleh konteks sosial-budaya, serta menggunakan unsur verbal dan nonverbal secara adaptif. Pendekatan komunikasi yang empatik, terbuka, dan kolaboratif terbukti meningkatkan koordinasi, rasa percaya, dan partisipasi sukarelawan dalam menjalankan tugas. Komunikasi yang dilakukan juga berperan sebagai jembatan pemaknaan bersama dan alat pengambilan keputusan kolaboratif di lapangan. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan komunikasi humanis bagi aparat kepolisian untuk memperkuat sinergi antara institusi dan masyarakat. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal menjadi kunci keberhasilan kemitraan strategis antara Polres Mojokerto dan Supeltas, serta berkontribusi signifikan terhadap ketertiban dan keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
BPS, 2023. (n.d.). Katalog/ Catalogue: 8302004 ISSN 2598-5612.
Devito, J. A. (2019). Fiftheenth Edition The Interpersonal Communication Book. 1–20. https://lccn.loc.gov/2017037905
Kriyantono, R. (2020). Teknik Praktis Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif: Edisi Kedua .
Lidia Penta Resha*; Dra. Nurnawati H; M.SI. (n.d.). Implementasi Komunikasi Nonverbal Oleh Supeltas Perempatan Coyudan Guna Meningkatkan Kesadaran Dan Keselamatan Pengguna Jalan Implementation.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. An Expanded Sourcebook, 3, 338pp. https://doi.org/10.1080/0140528790010406
Newnam. (2009). Predicting the safety performance of volunteers: Does motivation for volunteering influence driving behavior? Safety Science, 47(8), 1090–1096. https://doi.org/10.1016/J.SSCI.2008.12.004
Nugroho, S. Y. . (n.d.). Peran Kepolisian dalam Menanggulangi Pelanggaran Lalu Lintas oleh Kendaraan Bermuatan Berlebih.
Priyatiningsih, N., Kusumaningsih, D., Letjend Sujono Humardani No, J., Bendosari, K., Sukoharjo, K., & Tengah, J. (2023). Improvement of “Supeltas” Professionalism in Traffic Regulation. 1(1), 102–108.
STIKES RS Prof. Dr. Soeharso. (2024). Efektivitas Sukarelawan dalam Pelayanan Publik: Sebuah Studi Kasus. Laporan Penelitian. (https://eprints.umm.ac.id/view/subjects/H1.html)
Yoga, R. (2023). Pentingnya Pelatihan Komunikasi bagi Kepolisian dalam Interaksi dengan Masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2), 210-225. (https://library.stik-ptik.ac.id)
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. (2024). Pendekatan Humanis dalam Pembinaan Sukarelawan Lalu Lintas. Laporan Kebijakan. (https://sespim.lemdiklat.polri.go.id/assets/file/1715588984_Policy_Brief_SE SPIMMEN SEMUA_POKJAR.pdf)