Tanam Benang Pada Wajah Perspektif Maqasid Al-Syari’ah (Studi Kasus Gloskin Aesthetic Clinic Makassar)

Main Article Content

Ulfa Qorina
Abdul Wahid Haddade
Subehan Khalik
Kurniati Kurniati
Fatimah Fatimah

Abstract

Fenomena tanam benang pada wajah sebagai prosedur estetika non-bedah semakin populer di kalangan masyarakat urban, termasuk di Makassar. Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip maqasid al-syariah, yang menekankan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Studi ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan teologis normatif, fenomenologi, dan studi kasus di Gloskin Aesthetic Clinic Makassar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas pasien menjalani tanam benang untuk mengatasi tanda penuaan, memperbaiki kontur wajah, dan meningkatkan rasa percaya diri. Dari perspektif maqasid al-syariah, prosedur ini dapat dibolehkan apabila bertujuan medis atau psikologis yang sah, tidak permanen, tidak menimbulkan mudarat, dilakukan oleh tenaga medis kompeten, serta tidak dimaksudkan untuk tabarruj atau mengubah ciptaan Allah. Namun, jika motivasinya semata-mata mengikuti tren kecantikan yang berlebihan atau demi penampilan yang bertentangan dengan nilai Islam, hukumnya menjadi terlarang. Studi ini menegaskan pentingnya parameter maqasid al-syariah sebagai panduan etis dalam prosedur estetika modern. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya edukasi hukum dan moral bagi konsumen Muslim serta regulasi industri estetika yang sensitif terhadap nilai syariat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Qorina, U., Abdul Wahid Haddade, Subehan Khalik, Kurniati, K., & Fatimah, F. (2025). Tanam Benang Pada Wajah Perspektif Maqasid Al-Syari’ah (Studi Kasus Gloskin Aesthetic Clinic Makassar). J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 249–263. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.11240
Section
Articles

References

Adam, A., Karypidis, D., & Ghanem, A. (2020). Thread Lifts: A Critical Analysis of Treatment Modalities. Journal of Drugs in Dermatology, 19(4), 413–417. https://doi.org/10.36849/JDD.2020.3646

Adam, M. ibn. (2004). Is Cosmetic Surgery Allowed. Daruliftaa.Com. https://daruliftaa.com/miscellaneous/is-cosmetic-surgery-allowed/

Al-Burnū, M. Ṣidqī ibn A. ibn M. (1996). Al-Wajīz fī Īḍāḥi Qowā’id al-Fiqhi al-Kulliyyah. Muassasah al-Risālah.

Al-Hajjaj, I. A. al-H. M. bin. (2007). Sahih Muslim, Vol. 6. Dar al-Salam.

Al-Sa’dī, ‘Abdu al-Raḥmān ibn Nāṣir. (2005). Tafsīr al-Karīm al-Raḥmān: fī Tafsīr Kalām al-Mannān.

Al-Zamil, A. al-M. ibn A. (2001). Syarhu Al-Qawaid Al-Sa’diyah. Dar atlas al-Khadra’.

Amin, A. R. M. (2024). Ijtihad Maqāṣidi: Pendekatan Esensial Hukum Islam. Penerbit Pesantren Anwarul Qur’an.

Anggun, E. (2025). Apa itu Thread Lift? Pengertian, Manfaat dan Jenis-Jenisnya. Skinevo Aesthetic Clinic.

Dermatology dan Aesthetic Center. (n.d.). Thread Lift.

Dermax More Confident. (n.d.). Pdo Thread Size Chart.

Ghony, M. D., & Almansur, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Ar-Ruzz Media.

Gloskin. (n.d.). Gloskin Aesthetic Clinic.

Gülbitti, H. A., Colebunders, B., Pirayesh, A., Bertossi, D., & Van Der Lei, B. (2018). Thread-lift sutures: still in the lift? A systematic review of the literature. Plastic and Reconstructive Surgery, 141(3), 341e-347e.

Hidayat, R., Mustafa, Z., Ahmad, L. O. I., & Iqbal, N. A. (2024). Harmonization of Islamic Values and Local Wisdom in The Maccera Manurung Ritual. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 26(2), 245–270.

Hisyām ibn Sa’īd Azhar. (n.d.). Maqāṣid al-Syarī’ah ‘inda Imām al-Haramayn wa Āṡāruhā fī al-Taṣarrafāt al-Māliyyah (I). Maktabah al-Rusyd.

Hong, G.-W., Hu, H., Park, S.-Y., Wan, J., & Yi, K.-H. (2024). What are the factors that enable thread lifting to last longer? Cosmetics, 11(2), 42.

Hong, G. W., & Kim, S. Bin. (2024). Anatomical Considerations for Thread Lifting. Journal of Cosmetic Dermatology, 115–122. https://doi.org/10.1007/978-981-19-5829-8_9

International Centre for Cosmetic Medicine. (n.d.). The Pros and Cons of Thread Lifts.

Kim, B., Oh, S., & Jung, W. (2019). Jaw Line (Double Chins). In The Art and Science of Thread Lifting (pp. 197–205). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0614-3_31

Lancer, H. (2014). Younger: The Breakthrough Anti-Aging Method for Radiant Skin. Grand Central Life & Style.

Lidinillah, M. (2022). Fiqhiyah Rules In Islamic Education. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 136–154. https://doi.org/10.34005/tahdzib.v5i1.1965

Luvizhea. (n.d.). Manfaat dan Resiko Tanam Benang Threadlift.

Ma’had ‘Aly An-Nur. (2021). Hukum Sedot Lemak (Liposuction) Dalam Perspektif Maqashid as-Syari’ah. Situs Resmi Ma’had ‘Aly An-Nur.

Majelis Ulama Indonesia. (2020). Fatwa-MUI-No-11-tahun-2020-tentang-Bedah-Plastik. Fatwa MUI, 1–11.

Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPN ”Veteran” Yogyakarta Press.

Mustafa, M. D. (2006). Reorientasi Teologi Islam Dalam Konteks Pluralisme Beragama (Telaah Kritis dengan Penekatan Teologis Normatif, Dialogis, dan Konvergensif). Jurnal Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 3(2), 129–140.

Rocha-Pinto, S. R. da, Jardim, L. S., Broman, S. L. D. S., Guimaraes, M. I. P., & Trevia, C. F. (2019). Phenomenography’s contribution to organizational studies based on a practice perspective. RAUSP Management Journal, 54(4), 384–398. https://doi.org/10.1108/RAUSP-05-2019-0085

Salbiah, N. A. (2018). Mengenal Perawatan Liposuction, Sedot Lemak untuk Wajah Tirus. JawaPos.Com. https://www.jawapos.com/lifestyle/0118132/mengenal-perawatan-liposuction-sedot-lemak-untuk-wajah-tirus

Shimizu, Y., & Terase, K. (2013). Thread lift with absorbable monofilament threads. J Japan Soc Aesthetic Plast Surg, 35(2), 1–12.

Silvino, T. S. T., de Souza Weimann, E. T., & de Matos, L. S. (2020). Introduction: Threads in Cosmetic Procedures. In Minimally Invasive Aesthetic Procedures (pp. 393–402). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-78265-2_56

Sulamanidze, M. A., Fournier, P. F., Paikidze, T. G., & Sulamanidze, G. M. (2002). Removal of facial soft tissue ptosis with special threads. Dermatologic Surgery, 28(5), 367–371.

Teja, Y., Wahdini, S., & Jusuf, A. (2022). Peran Terapi Akupunktur Terhadap Rejuvenasi Wajah. Jurnal Rekonstruksi Dan Estetik, 7(1), 11–17. https://doi.org/10.20473/jre.v7i1.36370

Umbarani, E. M., & Fakhruddin, A. (2021). Konsep Mempercantik Diri Dalam Prespektif Islam Dan Sains. Dinamika Sosial Budaya, 23(1).

Wahyudi, H. F., & Fajar, F. (2018). Metode Ijtihad Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Aplikasinya dalam Fatwa. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13(2), 120–133.

Wang, H. (2018). The outline of naming process, anatomy and histopathology of infraorbital dark circles. Journal of Pediatric Diseases, 2(2). https://doi.org/10.24294/jpedd.v2i2.166

Wawancara

Anisa, (36 thn), Dokter Kecantikan Perawatan Tanam Benang Gloskin Aesthetic Clinic, Wawancara, Makassar.

Dini, (47 thn), Pengguna Perawatan Kecantikan Tanam Benang, Wawancara, Makassar.

Haris Abdurrahman (50 thn), Ketua Yayasan Muslimah Markaz Al-Qur’an, Wawancara, Makassar.

Rina, (29 thn), Guest Relation Officer Gloskin Aesthetic Clinic Makassar, Wawancara, Makassar.

Shafia, (39 thn), Pengguna Perawatan Kecantikan Tanam Benang, Wawancara, Makassar.