Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Diversifikasi Produk Olahan Hasil Laut Di Desa Padelegan, Pamekasan

Main Article Content

Rina Susanti
Jamilatul Badriyah
Rayyan Muhammad

Abstract

Masyarakat pesisir Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dengan pendapatan yang fluktuatif dan relatif rendah. Hasil tangkapan mereka umumnya dijual segar, sehingga nilai tambahnya sangat terbatas. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan keterampilan pengolahan, minimnya literasi kewirausahaan, dan akses pasar lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberdayaan berbasis diversifikasi produk olahan laut untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, meliputi: (1) persiapan berupa survei kebutuhan dan diskusi kelompok terfokus (FGD), (2) pelatihan teknis pembuatan produk olahan seperti abon ikan, kerupuk ikan, nugget ikan, dan bakso ikan, (3) pendampingan manajerial terkait pencatatan keuangan, pengemasan, dan sertifikasi halal/PIRT, serta (4) pemasaran melalui media sosial, marketplace lokal, dan kerja sama dengan koperasi desa. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk menilai keterampilan, analisis sensori produk, dan perbandingan pendapatan sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan manajerial masyarakat, dengan skor rata-rata pra-tes 45 meningkat menjadi 82 pada pasca-tes. Pendapatan rata-rata per rumah tangga peserta meningkat sekitar 25–30%, dari £70 menjadi £100–£110 per bulan. Pengujian sensoris menunjukkan bahwa nugget ikan menerima skor tertinggi untuk rasa (4,6), sementara kerupuk ikan unggul dalam hal tekstur (4,5). Selain itu, kelompok usaha bersama bernama Padelegan Sejahtera dibentuk, memperkuat lembaga ekonomi lokal. Kesimpulannya, diversifikasi produk laut telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan kemandirian usaha masyarakat pesisir. Untuk keberlanjutan, dukungan lintas sektor, penguatan sertifikasi mutu, dan lembaga lokal diperlukan agar bisnis masyarakat dapat berkembang lebih kompetitif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rina Susanti, Jamilatul Badriyah, & Rayyan Muhammad. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Diversifikasi Produk Olahan Hasil Laut Di Desa Padelegan, Pamekasan. Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 151–159. https://doi.org/10.56799/joongki.v5i1.11888
Section
Articles

References

Chambers, R. (2017). Rural development: Putting the last first. London: Routledge.

Fauzi, A., & Anna, S. (2018). Analisis nilai tambah produk perikanan: peluang dan tantangan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 13(1), 15–28.

Fitriani, E., & Suherman, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui diversifikasi produk olahan hasil laut. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 145–156.

Nasution, R. (2019). Literasi kewirausahaan masyarakat nelayan dalam meningkatkan daya saing produk perikanan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 210–221.

Prasetyo, D., & Sulistyowati, L. (2019). Pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat pesisir. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(1), 50–60.

Rahman, M., Nurdin, I., & Sari, D. (2020). Strategi peningkatan nilai tambah hasil perikanan melalui inovasi produk olahan. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Perikanan, 25(3), 45–54.

Satria, A. (2015). Sosiologi masyarakat pesisir. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Wibisono, A., Hidayat, T., & Lestari, R. (2022). Diversifikasi produk hasil laut sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(1), 33–42.

Yunus, M. (2021). Strategi pemasaran digital produk perikanan masyarakat pesisir. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 2(2), 101–112.

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. Handbook of Community Psychology, 43–63.